WebSite Telah dikunjungi
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini160
mod_vvisit_counterKemarin359
mod_vvisit_counterMinggu ini519
mod_vvisit_counterMinggu lalu2274
mod_vvisit_counterBulan ini6576
mod_vvisit_counterBulan lalu7695
mod_vvisit_counterKeseluruhan309956

Online (20 minutes ago): 9
Your IP: 23.23.9.5
,
Today: Dec 22, 2014
KOH AMAR YAHWEH OSAH YAHWEH YOTSER OTAH LAHAKINAH YAHWEH SHEMO........Beginilah Firman Yahweh Pencipta, Yahweh yang telah membentuknya dan mengukuhkannya: YAHWEH adalah Nama-Nya. (YeremiYah 33:2)

Perjanjian Baru bukan ditulis dalam bahasa Yunani

PERJANJIAN BARU DITULIS BUKAN MUTLAK BAHASA YUNANI

Jika kita berjumpa dengan orang2 Theologia mereka selalu berkata bahwa Perjanjian baru itu ditulis dalam bahasa Yunani secara mutlak, benarkah demikian? kasus ini sebenarnya seperti kasus teorinya Charles Darwin yang berkata kalau manusia itu berasal dari kera jika kondisinya seperti sekarang ini itu karena terjadi evolusi katanya. Sangat disayangan....teori yang tidak masuk akal ini bisa diterima oleh orang2 yang katanya pandai..... secara logika saja sangat mudah untuk diterangkan, kalau manusia berasal dari kera, maka secara logika sekarang tidak akan ada kera karena semua kera sudah mengalami evolusi sehingga menjadi menusia semua. mari kita lihat alasan2 mengapa tulisan dalam perjanjian baru itu sebenarnya bukan ditulis dalam bahasa Yunani, namun demikian saya perlu meluruskan dulu istilah Perjanjian baru dan Perjanjian lama yang sebenarnya istilah ini tidak ada.
Kalau orang2 Kristen berkata Perjanjian lama, itu sebenarnya seharusnya kita menyebutnya dengan Tanakh, karena Tanakh itu singkatan dari Torah, Nevi'im dan Ketuvim, Torah itu 5 kitab Moshe (Musa), Nevi'im itu kitab nabi2, dan Ketuvim itu kitab syair, peribahasa dll. sedangkan ruang lingkup Torah itu ada yang namanya:
TALMUD  =  Koleksi hukum dan tradisi
MISNAH   = Interpestasi lisan - penerapan
GEMARA = Komentar + suplimen
HALAKAH –Torah lisan = TALMUD

Sedangkan yang orang2 katakan Perjanjian Baru itu seharusnya kita menyebutnya dengan Brit Hadasah yang terdiri dari 2 kelompok yang disebut dengan Besorah atau Injil (Kabar baik) dan Schlihim (Kitab utusan), Adanya dua istilah ini membuat Torah ditolak padahal pendeta berbicara dan khotbah juga dari kitab Tanakh, ini khan tidak fair namanya. Dengan adanya PL dan PB seolah antara Tanakh dan Brit Hadasa terputus sama sekali. Sekarang kita akan kembali membahas alasan2 mengapa Brit Hadasa naskah aslinya bukan ditulis dengan bahasa Yunani adalah:

1. Kefa/ Petrus dan semua penulis Brit Hadasha itu semuanya orang2 Ibrani dan orang Ibrani itu bangga dengan ke Yahudian nya. bahasanya, budayanya, kepercayaannya. Sedang Yunani/ Romawi itu bagi orang Yahudi adalah penjajah.
Bandingkan:
a. Zakhay/ Zakeus yang oleh orang2 Yahudi di anggap sebagai antek2 penjajah
b. Orang Samaria yang dibenci oleh orang2 Yahudi
Siapakah Zakhay dan orang2 Samaria itu? mereka adalah orang Ibrani2 juga, Zakhay dianggap antek2nya penjajah, sedang orang2 Samaria itu orang2 yang Yahudi yang sudah terjadi kawin campur, itupun orang Yahudi sangat tidak suka, mana mungkin Kefa menulis suratnya memakai bahasa Yunani. MUSTAHIL.
2. Kefa/ Petrus bukanlah orang yang berpendidikan tinggi yang mahir bahasa Yunani. Jadi MUSTAHIL Brit Hadasa ditulis dlm bahasa Yunani.
3. Jika benar Brit Hadasa ditulis total dg bahasa Yunani, logikanya Yeshua akan teriak2 dikayu salib dg bahasa Yunani. THEOS MOU...THEOS MOU.... faktanya adalah Eloi..Eloi lama sabakhtani (Bahasa Ibrani)
4. Rabi Shaul itu berbicara dg bahasa Ibrani (Maaseh Schlihim/ Kisah Rasul 21:37- 40 bandingkan Pasal 22:1-3 (Walau memang Rabi Shaul itu juga pandai berbahasa Yunani) bukan berarti menulis naskahnya dalam bahasa Yunani.
5. Yeshua sendiri ketika menjumpai Rabi Saul (Rasul Paulus), sehingga membuat ia bertobat dari menganiaya orang2 Kristen di Damsyik, Yeshua berbicara dlm bahasa Ibrani (Maaseh Schlihim/ Kisah rasul 26:14)
6. Yeshua sendiri ketika membangkitkan perempuan yang ditutupi talit (Jubah doa) juga memakai bahasa Ibrani Markus 5:41, 7:34; Maaseh Schlihim/ Kisah Rasul 1:19Jadi jelaslah bahwa Brit Hadasa bukan ditulis dengan bahasa Yunani tetapi Ibrani.

Ini adalah gambar Talit atau jubah doa

Catatan tambahan sebagai rujukan:
Dr. Moshe Bar-Asher, yang dikenal sebagai peneliti bahasa Aram terbaik di Universitas Ibrani setelah Professor Yehezkiel Kutscher mengatakan dirinya percaya bahwa Kitab Injil yang diterjemahkan kedalam bahasa Yunani berasal dari kitab bahsa Ibrani dan bukan bahasa Aram.

Direktur Sekolah Penerjemah Universitas Bar-Ilan di TelAviv, Dr. Pinhas Lapide, menulis sebuah artikel berjudul "Kitab Injil bahasa Ibrani yang hilang" (Lapide, 1974). Dalam tulisannya itu, ia membicarakan tentang kitab asli yang ditulis dalam bahasa Ibrani. Dr. Lapide yang mengerti lebih dari 12 bahasa, mengatakan: "Tidak sedikit bukti-bukti yang ditemukan di Muraba'at, Nahal Heber dan Masada menceritakan tentang kehidupan dan kegiatan beragama orang Kristen pada abad pertama dan selanjutnya, dan semuanya itu ditulis dalam bahasa Ibrani" (Lapide 1974:169)
Selanjutnya Dr. Lapide menyimpulkan:
"Abad lalu telah menjadi saksi atas penemuan tak terduga kitab-kitab-kitab berbahasa Ibrani di cairo Geniza dan Goa-goa Qumran dan Murabba. Tetapi, bisa saja dokumen-dokumen berharga yang telah ditemukan tersebut belum seluruhnya merupakan kitab Injil "Orang yahudi" (Lapide 1974:170)

William Sanford LaSor, seorang professor honorer di sekolah Tinggi Theologia Fuller di Pasadena, California, dalam kuliahnya di Yerusalem tanggal 24 April 1982 mengatakan: "Dengan ditemukannya Gulungan Kitab berbahasa Ibrani disekitar Laut Mati, jelas menunjukkan abhwa Yeshua berbicara dalam bahasa Ibrani dan bukan bahasa Aram, yang tentunya Injil juga ditulis dalam bahasa Ibrani.

 
Gembala Sidang
kijang1.jpg
Waktu Sekarang
Kunjungan dari mana